Jeritan Hewan di Tengah Asap Kebakaran

hari ini, 15 September 2019
saya menulis suatu hal yang membuat saya bersedih/
Hutan Ku Tinggal Kenangan

pernah tidak kita berpikir ?
kita sama-sama makluk hidup, jika berada diposisi mereka bagaimana ?
Mau berlari sudah terkepung api
Mau menetap tetapi akankah nyawa menghilang semudah ini ? terpanggang api bukanlah hal yang wajar
Aku hanya bisa berjalan berusaha berlari tapi sudah tak tanggup, api sudah mengelilingi, aku sudah buta akan arah, ini berbeda dari kemarin, kemarin masih hijau tetapi sekarang ? sudah menghitam bersamaan dengan asap tebal dimana mana, dada sudah sesak, bukan 1 atau 2 menit aku menghirup udara polusi ini. tapi sudah berjam2. Panas dimana-mana, ingin ku mencari air agar melepas dahaga tapi entah ujung jalan in dimana ...
lantas aku berpikir, esok jika aku masih sanggup bertahan, kepada siapa aku bertanya , dimana tempat tinggalku kini ? tempat ku mencari makan, bermain kesana kemari bersama teman kini hilang hanya menyisakan abu dan arang.


aku ditemukan manusia, mungkin beberapa yang kuangap menghancurkan hunianku, tapi tak semua egois mementingkan diri mereka sendiri. masih ada mereka manusia yang siaga menolong kami yang sudah lemas tak berdaya. Mungkin kami hewan beruntung diantara ribuan hewan lain yang terperangkap disana yang belum menemukan jalan keluar. Aku adalah hewan yang masih beruntung ditemukan masih bernyawa.
Beginilah kondisi alam ku, tempat tinggalku. Menyedihkan.
ini bukan kayu tetapi ular terpanggang api.
Hutan kusirna meninggalkan abu dan arang saja.
Hutanku ... tempat tinggalku...
Semoga hujan segera tiba agar api segera padam.

(Tulisan ini dibuat tanggal 15 September 2019 pukul 21.13 oleh nuzula dwi astuti)
beberapa foto mengambil dari instagram
Mungkin tidak runtut dalam penulisan tetapi ini hanya sekedar mengingatkan bahwa hari ini Hutan Kalimantan dan Riau masih terus terbakar, hanya sebuah memori bila hari ini sungguh menyedihkan bagi ku pribadi melihat hewan2 ini. Semoga warga nya diberi ketabahan agar selalu sehat meskipun udara disana sudah sangat berbahaya apalagi wilayah sampit. Semoga segera turun hujan agar segera teratasi. Pray for us

Komentar